Minggu, 18 Agustus 2024

Bismillah

Ayo alwi kamu pasti bisa jumat ini bimbingan bawa bab 1 ke bu santi yok :) kamu bisa kamu hebat alwi 

Kamis, 15 Agustus 2024

Celotehan Lagi

Orang-orang hanya menikmati untuk bersamaku, tapi tidak tau betapa tersiksanya aku. Maaf tuhan jika aku banyak mengeluh

Celotehan

Aku seharusnya sadar bahwa apa yang aku permasalahkan hari ini sebenarnya bisa kuselesaikan dengan diriku sendiri, ini bukan problem dari orang lain. Ya rabb kuatkanlah aku

Celotehan 4

Maaf tuhan, lagi lagi aku terlena, tak berprogres sama sekali dan hanya sanggup bermalas malasan, aku bingung ketika dihubungi orang tua dan keluarga, aku lelah dengan pertanyaan kelulusan dan skripsi tolong aku tuhan :)

Selasa, 13 Agustus 2024

Celotehan 4

Tuhan, aku lupa bahwa sudah lama aku tidak menghamba, aku tersadar sejauh ini aku sudah jauh melupa, aku hanya sibuk memohon dan mengeluh tanpa sadar aku telah menjauh darimu.

Senin, 12 Agustus 2024

Celotehan 3

Sepertinya aku hanya terbuai oleh nikmat dan kemalasan, hmm bagaimana aku harus keluar dari hal ini 

Celotehan 2

 Tuhan hari ini aku gagal lagi, aku tidak melakukan apapun, aku tidak berprogres untuk apapun bahkan aku tidak berjuang sedikiitpun, tuhan tolong aku.

berilah aku petunjuk. mudahkanlah jalanku, sehatkanlah tubuhku.


Minggu, 11 Agustus 2024

Celotehan 1

Dalam temaram ini aku termenung, sebenarnya siapa aku? apa yang aku inginkan? apa tujuanku? mengapa aku melakukan kegiatan yang biasanya kulakukan? mengapa aku melakukan sesuatu yang berada diluar kapasitasku? mengapa aku harus merasa lelah? apa yang harus aku lakukan?

aku selalu ingin jawaban yang absolut, jawaban yang turun bak petunjuk bahwa ini yang harus aku lakukan, jawaban pasti yang membuatku paham bahwa itulah tujuanku, bahwa itulah tujuan hidupku dan kenapa aku harus melakukan itu. bukan jawaban dari otakku yang ku inginkan, yang nantinya otakku hanya akan memunculkan bantahan bantahan baru atas jawaban yang sudah kufikirkan.

apakah ini yang disebut quarter life krisis, yah aku mencoba tidak peduli atas hal itu tapi ternyata aku tetap merasa bahwa aku semakin jatuh kedasar jurang yang mendalam dan merasa hidupku semakin tak karuan.. pada akhirnya aku hanya ingin kehadiran tuhan sebagai sosok absolute yang akan menolongku. hanya kepadamu tuhan, hanya engkau tuhan,, hambamu bisa berharap.